Kamis, 17 Desember 2009

sehelai poscard dari kota tua


taken from gincumerah journal

…….Pernah saya menulis berbaris kata untuk seutas mimpi semu – tentang dia, nebula – seperti candu. Tapi ia memberi untaian kalung berisi kekecewaan dan butir-butir kepalsuan dalam seribu desimal ciumannya yang terlumuri racun. Menggoreskan ukiran kepura-puraan dalam sejuta persetubuhannya yang terselimuti kenistaan. Mahluk asing telah menjemputnya dari rimba jauh, untuk memasungnya kembali dalam gelembung kenikmatan yang menjanjikan surga. nebula pun, rindu untuk mencicipi kebebasannya lagi, pergi tanpa menoleh. Meninggalkan pundi pundi omongkosong yang tergagahi oleh angkara.

Kemudian dalam sebuah perjalanan, saya menulis lagi, tentangnya, dalam sebuah fragmen kekusutan manusia pada lembar-lembar tuli dan gagap.

Dalam sebuah buku. Yang saya namakan ketiadaan…….


::gincumerah::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar