semuanya bergerak cepat tanpa toleransi
kemudian dia datang
dengan tidak memberikan saya sedikitpun waktu untuk kembali berfikir, memilih, merenung dan menjaga jarak pada apapun yang berwujud kesakitan.
dia menampar saya terlalu kuat
hingga tak sedikit pun akal sehat tertinggal
bersarang di otak kiri,
lalu kita kembali menyulam benang benang itu
satu demi satu hingga tercipta sebuah ornamen
atas nama pertemuan
saya hanyalah perempuan
yang berdansa di bawah rintik air hujan
yang menari pada terpaan ombak pinggir pantai
yang bernyanyi dengan sengau
saya..
merindu kesederhanaan
.:biduwanita:.
Selasa, 29 Desember 2009
Senin, 28 Desember 2009
Minggu, 27 Desember 2009
the untitled
tertampar keras
dan berkata katalah saya pada lelaki itu
seperti ketika saya memuja bintang di langit
seperti ketika saya memuja venus di barat
karena cinta adalah smashing pumpkins
karena kata kata indahnya
adalah secangkir teh hijau hangat
dibiru kamar ini
lalu dia datang
dengan busur yang di panah pada ujung ulu hati
memendar atom-atom di jempol kaki
lalu menghilang
menampar keras
karena indah
sebelum rasa kelu dilidahku
karena sanjungan
sebelum pahit di tenggorokan
dia terlalu hebat
dengan sejuta sumpah serapah
atas nama cinta.
.:biduwanita:.
seperti ketika saya memuja bintang di langit
seperti ketika saya memuja venus di barat
karena cinta adalah smashing pumpkins
karena kata kata indahnya
adalah secangkir teh hijau hangat
dibiru kamar ini
lalu dia datang
dengan busur yang di panah pada ujung ulu hati
memendar atom-atom di jempol kaki
lalu menghilang
menampar keras
karena indah
sebelum rasa kelu dilidahku
karena sanjungan
sebelum pahit di tenggorokan
dia terlalu hebat
dengan sejuta sumpah serapah
atas nama cinta.
.:biduwanita:.
Rabu, 23 Desember 2009
untuk kesekian kalinya
terimakasih kepadamu
saya akan lebih giat menyakiti diri saya sendiri
.:biduwanita:.
saya akan lebih giat menyakiti diri saya sendiri
.:biduwanita:.
Senin, 21 Desember 2009
melangut teruk
dan dia berdiri disana,
siluet nya begitu indah senja ini,
saya hanya bisa menatap dari jauh dalam langutan berbisik merintih sakit,
teruk tak terlepaskan,
dia memang tak tergapai, seperti autis.
lalu dia memulai kalimatnya dari kejauhan,
tapi hari ini ini saya hanya terlalu lelah untuk mendengarkan,
bahkan hanya untuk sebuah suara nafas yang keluar dari hidungnya.
kemudian pada langit saya berkata,
sebuah pesan yang mungkin akan dia mengerti,
sebuah perang dalam hati,
pada cinta dan berahi
ini sakral,
semoga dia mengerti.
.:biduwanita:.
siluet nya begitu indah senja ini,
saya hanya bisa menatap dari jauh dalam langutan berbisik merintih sakit,
teruk tak terlepaskan,
dia memang tak tergapai, seperti autis.
lalu dia memulai kalimatnya dari kejauhan,
tapi hari ini ini saya hanya terlalu lelah untuk mendengarkan,
bahkan hanya untuk sebuah suara nafas yang keluar dari hidungnya.
kemudian pada langit saya berkata,
sebuah pesan yang mungkin akan dia mengerti,
sebuah perang dalam hati,
pada cinta dan berahi
ini sakral,
semoga dia mengerti.
.:biduwanita:.
kelak terdampar
seperti biasa, langit kembali menjingga
awan berarak, berjabat mesra pada cakrawala beraroma laut
dan saya masih saja terdiam disini
melihat satu persatu pasir yang bergulir
bersama buih buih dari air yang menyapa dari utara
dan saya hanya ingin berlari jauh
dimana saya akan membuat cerita
bersama batang batang cemara pinggir pantai
dengan kolam air asin di puncak bukit
dan kamu berdiri di sana
dan saya terdampar
terdampar sampai dasar..
.:biduwanita:.
awan berarak, berjabat mesra pada cakrawala beraroma laut
dan saya masih saja terdiam disini
melihat satu persatu pasir yang bergulir
bersama buih buih dari air yang menyapa dari utara
dan saya hanya ingin berlari jauh
dimana saya akan membuat cerita
bersama batang batang cemara pinggir pantai
dengan kolam air asin di puncak bukit
dan kamu berdiri di sana
dan saya terdampar
terdampar sampai dasar..
.:biduwanita:.
Langganan:
Postingan (Atom)






