Selasa, 06 April 2010

cerita air mata dan hujan

saya memilih menangis di dalam hujan
karena hujan tak pernah keberatan
membawa pergi air mata
berjalan bersamanya
melalui trotoar
melalui aspal
melalui bebatuan
sampai di selokan
lalu ke sungai
pergi jauh hingga ke laut
menjadi bulir uap
naik, berkawan dengan awan
lalu turun lagi
dan kembali menyapa
pada setiap rintik bersama hujan

.:biduwanita:.

1 komentar:

  1. dear kamu, tulisan kamu ini dicopas tanpa link oleh dua org blogger sepertinya.
    salah satunya (Dee Farista alias Astalarista) baru saja bermasalah dgn saya krn mengcopas byk skali tulisan di blog saya. dan ketika sya tegur, dia tampak tdk mrs menyesal atau bersalah.

    ini link mereka:

    http://tulisanmaryanie.blogspot.com/2011/04/cerita-air-mata-dan-hujan.html

    http://astalarista.posterous.com/

    baydewey saya suka tulisan2 disini.
    salam kenal ya :)

    BalasHapus